
Perusahaan yang beroperasi di Kawasan Berikat dituntut untuk mengelola data inventory secara akurat dan memenuhi ketentuan administrasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Namun, masih banyak perusahaan yang menghadapi kendala seperti perbedaan data stok, proses pelaporan yang memakan waktu, hingga sulitnya menelusuri riwayat pergerakan barang.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan memerlukan IT Inventory yang sesuai dengan regulasi Bea Cukai. Hal tersebut, mampu mencatat setiap transaksi secara realtime, sehingga informasi barang masuk, barang keluar, dan laporan selalu diperbarui secara otomatis.
Bagaimana Sistem IT Inventory Memenuhi Regulasi Bea Cukai?
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui PMK Nomor 155/PMK.04/2019 dan PER-18/BC/2019 menetapkan bahwa perusahaan penerima fasilitas kepabeanan perlu menggunakan sistem IT Inventory yang mampu mencatat transaksi secara realtime, mendukung traceability, memiliki audit trail, serta menghubungkan transaksi dengan dokumen kepabeanan. Persyaratan ini bertujuan menjaga akurasi data inventory dan mempermudah proses pengawasan maupun audit.
IT Inventory membantu perusahaan mengelola seluruh aktivitas inventory dalam satu sistem yang terstruktur. Setiap transaksi tercatat secara otomatis sehingga data lebih akurat, mudah dipantau, dan siap digunakan untuk kebutuhan operasional maupun audit.
Selain itu, sistem juga mendukung traceability, sehingga riwayat dan posisi setiap barang dapat ditelusuri dengan mudah ketika diperlukan.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui PMK Nomor 155/PMK.04/2019 dan PER-18/BC/2019 menetapkan bahwa perusahaan penerima fasilitas kepabeanan perlu menggunakan sistem IT Inventory yang mampu mencatat transaksi secara realtime, mendukung traceability, memiliki audit trail, serta menghubungkan transaksi dengan dokumen kepabeanan. Persyaratan ini bertujuan menjaga akurasi data inventory dan mempermudah proses pengawasan maupun audit.
IT Inventory membantu perusahaan mengelola seluruh aktivitas inventory dalam satu sistem yang terstruktur. Setiap transaksi tercatat secara otomatis sehingga data lebih akurat, mudah dipantau, dan siap digunakan untuk kebutuhan operasional maupun audit.
Selain itu, sistem juga mendukung traceability, sehingga riwayat dan posisi setiap barang dapat ditelusuri dengan mudah ketika diperlukan.
Fitur IT Inventory yang Dibutuhkan
Agar sesuai dengan kebutuhan Kawasan Berikat, IT Inventory sebaiknya memiliki kemampuan berikut:
- Monitoring inventory secara realtime.
- Pencatatan barang masuk, barang keluar, dan saldo stok.
- Traceability untuk menelusuri riwayat pergerakan barang.
- Audit trail yang mencatat seluruh aktivitas pengguna.
- Pengaturan hak akses sesuai kewenangan pengguna.
- Keterkaitan transaksi dengan dokumen kepabeanan.
- Laporan yang mendukung proses audit dan pelaporan.
Memilih sistem IT Inventory Kawasan Berikat sesuai regulasi Bea Cukai tidak hanya membantu perusahaan memenuhi persyaratan DJBC, tetapi juga meningkatkan akurasi data inventory, mempercepat proses pelaporan, dan mempermudah audit. Dengan solusi yang tepat, perusahaan dapat menjalankan operasional secara lebih efisien sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. IDS Indonesia menyediakan solusi IT Inventory yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di Kawasan Berikat, Gudang Berikat, maupun KITE, sehingga implementasi sistem tidak hanya mendukung kepatuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi operasional bisnis.
Ingin Menerapkan Sistem IT Inventory yang Sesuai Dengan Regulasi Bea Cukai?
IDS Indonesia siap membantu implementasi sistem IT Inventory untuk perusahaan Kawasan Berikat (KB) dan KITE, baik melalui integrasi penuh dengan Enterprise Resource Planning (ERP) maupun sebagai aplikasi IT Inventory yang terhubung dengan sistem akuntansi, pembukuan, dan inventory yang telah digunakan. Dengan solusi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan akurasi data, mendukung kepatuhan terhadap regulasi DJBC, serta mengoptimalkan proses operasional.
Kunjungi produk IT Inventory kami disini atau hubungi kami disini untuk informasi lebih lanjut.


